Kaum Wahabi berpendapat bahwa tauhid terbagi menjadi tiga bagian; tauhid Ulûhiyyah, tauhid Rubûbiyyah, dan tauhid Asmâ’ Wa ash-Shifât. [1] Tidaklah dianggap cukup keimanan seseorang kecuali jika meyakini ketiga tauhid Wahabi tersebut. Ibnu Taimiyah, ulama panutan Wahabi menyatakan dalam Risâlah Ahlish-Shuffah, “Tauhid Rubûbiyyah saja Hanya saja mereka meyakini bahwa sesembahan-sesembahan mereka itu mampu mendekatkan mereka kepada Allah shallallahu alaihi wasallam dengan sedekat-dekatnya. Lihat: Tajridut Tauhid al-Mufid dan Tafsir al-Qur’an al-Adzim. kesimpulan dari penjelasan di atas, tauhid dalam pandangan 2 imam besar mazhab syafi’i ini adalah: Setidaknya ada 2 macam Ketiga, meyakini bahwa Allah Ta’ala memiliki sifat-sifat yang harus dimiliki oleh Allah Ta’ala, yaitu sifat al-‘ilmu, al-qudrah, al-hikmah, dan semua sifat-sifat yang Allah Ta’ala sebutkan sebagai sifat-Nya dalam kitab-Nya …. ” (Al-Ibaanah Al-Kubraa, 6: 149) Perkataan Ibnu Baththah di atas sangat jelas menunjukkan pembagian tauhid 5. Tauhid uluhiyah mengandung tauhid rububiyah, maknanya siapa yg mengakui uluhiyah maka pasti rububiyah juga. Adapun tauhid rububiyah maka mewajibkan orang utk bertauhid uluhiyah. Maknanya siapa saja yg meyakini Allah menciptakan maka mewajibkan beriman kepada Allah untuk beribadah. 6. Tauhid uluhiyah menjadi tujuan dan rububiyah adalah sarana .

pertanyaan tentang tauhid rububiyah dan uluhiyah